20.10.14

Pizza Tempel

 
Iya, mengisi kotak bekal anak sekolah itu menyenangkan. Semacam ada tantangan untuk membuat santapan yang akan disuka si bocah. Tapi tahulah, situasi pagi tak selalu sempurna untuk menyiapkan bekal yang dapat kita anggap sempurna.

Suatu pagi saya tidur lebih awal dan saking puasnya terlelap, saya bangun kesiangan. Adegan selanjutnya adalah kepanikan dengan bekal si bocah yang akan berangkat 30 menit lagi. Kalau untuk sarapannya, tentu saya tak pernah repot karena ia selalu memulai pagi dengan buah segar. Tapi untuk isian kotak bekalnya?

Ada beberapa menu bekal darurat yang tak butuh waktu terlalu lama menyiapkannya, bahkan lebih singkat dari pembuatan sushi darurat. Syaratnya tentu saja, bahan-bahannya sudah tersedia di kulkas. Salah satu resep ngebut pagi hari adalah pizza tempel ini.

Roti pizzanya, mohon maaf, saya beli yang sudah siap pakai. Saus bolognaise, saya punya stok beku di freezer. Tapi ini saus bolognaise bikinan sendiri yang tanpa saus tomat botolan. Dijamin lezat meski tak bermicin selama takaran daging cincangnya royal, hehehe...

Saat ini saya sudah menjadikan daging cincang berbumbu (apa kita sebut bolognaise tanpa tomat?) sebagai stok bahan makanan wajib ada di freezer. Daging sapi cincang (dibumbui bawang putih, bawang bombay, lada bubuk dan oregano yang ditumis dengan butter) ini benar-benar bisa diandalkan sebagai bahan membuat menu darurat. 


Bahan yang tak boleh diskip untuk membuat pizza tempel ini tentu saja kejunya. Jika punya mozarella, tentu lebih baik dan lebih pizza :) Tapi jika tak ada, bisa memakai keju melt yang mudah ditemui di minimarket. Bahan pelengkap lain yang saya sertakan adalah jamur champignon yang telah ditumis dengan bumbu, serta jagung yang dipipil lalu ditumis dengan minyak zaitun. Sekali lagi, jangan pernah menyiapkan semuanya di satu waktu. Semua bahan harus sudah siap pakai.

Mula-mula roti pizza dipanaskan sejenak sebelum diberi topping. Selanjutnya, urusan topping. Biasanya, resep pizza konvensional mensyaratkan saus yang mesti jadi polesan pertama. Sementara itu saya melakukan tahap ini tanpa pakem alias acakadut, lalu mengakhiri dengan menaburkan keju yang telah diparut, serta sedikit parsley kering. Pizza ini dimasak tanpa perlu memanggang dalam oven. Saya hanya perlu wajan anti lengket dan tutup panci. Gunakan api kompor yang keciiiiil sekali supaya tidak gosong.

Begitu kelihatan kejunya sudah lumer (tak sampai 10 menit), artinya kompor sudah bisa dimatikan. Tutup wajan bisa langsung dibuka, dan tunggu beberapa saat untuk kemudian memasukkannya ke dalam kotak bekal anak.

Akhir yang bahagia dari cerita ini adalah ketika si bocah pulang sekolah dan kotak bekalnya hanya sisa sepotong kecil saja.

"Suka bekalnya tadi Mas?"
"Suka dooong."
"Dimakan sendiri apa berbagi?"
"Ya dimakan sendirilah Buuu..."



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...