15.9.16

Super Fudgy Brownies (No Mixer!)


Beberapa hari lalu, menjelang tidur, Aga bertanya, "Ibu, kapan bikin kue coklat?". Kue coklat yang dimaksudnya adalah brownies. Sudah lama memang enggak bikinin dia brownies. Biasanya, saya bikin brownies kukus pisang. Dan beberapa kali brownies panggang.

Niat sudah kuat, tapi baru hari ini dieksekusi. Kadang, bahan sudah siap semua, pas selancar lihat resep-resep, yang dieksekusi malah lain lagi. Hahaha!

Berhubung tadi malam si Aga ngingetin lagi, "Aga pengen kue coklat Ibu". Jadilah niat banget harus eksekusi hari ini. 

Selancar sana-sini, cari resep yang gampang dan kalau bisa enggak perlu keluarin "alat perang" seabreg-abreg. Akhirnya, nemu resep dari blog-nya Mbak Ricke. 

Super Fudgy Brownies. Wah, tampak menggoda, dan tanpa mikser pula! Langsung eksekusi :)


Menurut si Mbak Ricke, resep ini berasal dari website Martha Stewart. Testimoni saya: sangat recommended buat dicoba!

15.8.16

Roti Isi Abon (Dengan Resep Killer Soft Bread)

Masih kreasi dengan resep Killer Soft Bread. Malam minggu kemarin, si Aga tidur agak malam karena kelamaan tidur siang. Akhirnya diajak ke dapur, bikin roti. Dia bantu2 timbang tepung dan memasukkan tepung saat mengadon.

Ini penampakannya... :) 


Setengah adonan saya bikin Chocomaltine Bread Rolls (udah 3 kali bikin yang ini, nagih, hehe) dan setengah lagi dibikin Roti Isi Abon (dapat 6 cup).

Mungkin kalau 1 resep adonan dibikin roti isi semua, bisa dapat 12 cup.


Bikinnya relatif mudah kok, kalau susah saya juga males, hahahaha..

14.8.16

Chocomaltine Bread Rolls (Dengan Resep Killer Soft Bread)

Kali kesekian mencoba resep Killer Soft Bread. Dan kali ini saya bikin Bread Rolls dengan isian chocomaltine. Kebetulan punya stok selai coklat crunchy lumayan banyak. Dan enak lo, silakan coba!

CHOCOMALTINE BREAD ROLLS

Bahan:
260 gram tepung terigu protein tinggi
30 gram gula
3 gram ragi instant
30 gram butter
1 butir telur+susu cair (berat 160 gram)
Sedikit garam

Isian:
Selai chocomaltine

Cara:
1. Campur telur dan air. Saya menggunakan mikser dgn kecepatan sedang. Asal tercampur rata.
2. Masukkan campuran terigu, gula, dan ragi instant, aduk rata.
3. Uleni hingga kalis (jika menggunakan tangan) atau jika menggunakan mikser biarkan terus mengaduk hingga kalis. Tambahkan butter dan garam. Uleni/aduk lagi hingga kalis elastis.
3. Gilas adonan berbentuk persegi panjang. Oles dengan selai chocomaltine. Gulung, potong 12 bagian.
4. Letakkan/tata dalam pinggan tahan panas atau loyang yang sudah dioles minyak atau margarine.
5. Biarkan hingga adonan meninggi.
6. Panggang dengan suhu 170 derajat selama sekitar 30 menit.
7. Setelah matang, keluarkan dari oven.
8. Siap dinikmati

Note:
Adonan saya uleni dengan menggunakan mikser kecepatan sedang selama 40-45 menit

30.6.16

Killer Soft Bread

Nothing says HOME like the smell of BAKING...


Wangi butter semerbak memenuhi segala sudut rumah, siang itu. Saya dan Aga sih seneng-seneng aja, bahkan tak sabar menunggu si roti yang sedang dioven matang. Tapi, bagi papanya yang sedang puasa, harus puas mencium semerbaknya dan menunggu saat bedug tiba, hehe...

Yes, ini kali ketiga saya belajar bikin roti. Killer Soft Bread. Beberapa bulan terakhir, roti ini lagi jadi primadona banget di IG. Saat awal nge-hits, saya lagi hamil gede, jadi keinginan eksekusi ditunda karena ruang gerak terbatas dan harus bedrest saat itu.

Baru sekarang kesampean. Itupun kejar-kejaran dengan waktu, sebelum anak-anak bangun dan riweh ini itu. Kebetulan, kemaren saya jadwal macul siang. Waktu pagi buta pun bisa dimanfaatkan buat ngulen adonan.

Beneran deh, ini roti simpel banget bahan dan cara bikinnya. Saya ngulenin ga sampe bener-bener elastis, tapi hasil dan rasanya memuaskan. Lagi ngulenin, si Ghia bangun, jadi ulen-mengulen saya akhiri. Langsung proofing aja. Dan step yang saya lakukan ga seperti resep asli, karena sikon dadakan tadi, hehe...

Gitu mateng, si Aga yang sejak itu roti masuk oven udah heboh sendiri, jadi excited banget. Langsung nyomot 1 cup, dan habis dalam sekejap. Senangnya!

Oya, 1 resep adonan ini saya bagi 8 bagian. Enam ditata di loyang loaf, dua lagi saya tempatkan di cup untuk si Aga. Yuk dicoba...

28.6.16

Puding Roti

Happiness is... warm bread, fresh from the oven...


Lagi-lagi ini bagian dari penyelamatan roti tawar. Jadi, suatu saat saya dan papanya Aga sama-sama beli roti tawar saat pulang dari supermarket. Dua bungkus roti tawar dengan tanggal expired hanya berselang sehari, agak bingung juga bagaimana menghabiskannya. Saat bulan puasa pula. Walaupun, yang puasa hanya papanya Aga :D

Akhirnya, yang sebungkus (tepatnya tersisa 8 lembar), saya bikin puding roti ini aja. Sekaligus memanfaatkan yang ada. Kalau biasanya pakai susu, saya pakai santan, kebetulan ada lebihan santan dari Kare. Dan hasilnya, lebih lemak! Atasnya saya kasih topping mozarella. Yummy!


24.6.16

Nugget Tempe

Cinta dalam sepotong tempe...


Cinta dalam sepotong tempe. Iya. Anak sulung saya, Aga, doyan banget apapun asal tempe. Sejak masih MPASI, tempe jadi bahan makanan yang lumayan sering saya oprek-oprek. Alasannya, karena si bocah doyan banget. Kalau lauknya tempe, makannya pasti lahap. Entah cuma digoreng, dibacem, disemur, atau dibikin nugget gini. 

Sebelumnya, udah pernah bikin. Tapi, mangkrak lama di folder, dan sekarang lupa nyimpan file dokumentasinya di mana -_-

Nah, kali ini bikin lagi karena memanfaatkan bahan-bahan yang ada di kulkas, bikin variasi lauk, sekalian simpanan lauk. Enggak cuma buat Aga dong, buat saya dan papanya juga. 

Bikin nugget ini juga kilat banget. Abis subuh, langsung mengeksekusinya sekitar setengah jam, karena saya kebagian piket ngedit pagi, saat itu. 

Nugget ga pake ribet, dan bisa jadi amunisi saat ga punya waktu banyak buat ndapur. Saat akan disantap tinggal goreng. 

20.6.16

Surga Pemasak di Footscray


 
Tak ada yang lebih membahagiakan seorang pemasak amatiran seperti saya selain menemukan surga belanja bahan-bahan dapur yang lengkap dengan harga relatif murah. Begitulah euforia yang terjadi saat saya terdampar di Footscray Market, beberapa kilometer di sisi barat dari pusat kota Melbourne, Australia.
Kawasan Footscray menjadi Little Saigon, juga Little Africa dimana mayoritas penghuninya adalah keturunan imigran Vietnam dan Afrika Timur. Di masa lalu, kawasan ini juga dikenal sebagai kawasan gangster, dan pernah pula dijadikan setting film Romper Stomper yang dibintangi Russel Crowe.
 

10.2.16

Wedang Jahe Kala Hujan

Akhirnya, hujan datang juga ...


Sebulan terakhir, hujan mulai mengguyur Jogja. Adem rasanya, setelah berbulan-bulan kering kerontang dan panasnya luar biasa. Walau belum turun setiap hari, tetapi ketika hujan turun rasanya anyesss, dan pengen yang anget-anget. 

Wedang Jahe menjadi pilihan. Apalagi, Papa si Aga lagi sering di Jogja karena tugas belajar. Jadi, ada teman saat menyeruput secangkir wedang jahe sambil menikmati hujan di halaman belakang :)


Ada beragam versi cara membuat wedang jahe. Dari yang simpel cuma jahe direbus, sampai yang bercampur dengan segala macam rempah. 

Biasanya, saya hanya membuat wedang jahe dengan campuran jahe dan serai. Kali ini, saya tambahkan cengkeh dan kapulaga. Hasilnya, rasanya lebih nendang! 

Mari dicoba...

Banana Cake Enak dan Mudah

"CAKE is the ANSWER, no matter the QUESTION" (unknown)


Banana cake. Entah kenapa, saya selalu penasaran dengan cake yang satu ini. Suka wanginya, suka teksturnya, dan suka dengan rasanya. Beberapa resep banana cake pun saya koleksi dari berbagai sumber, dan sudah dicoba.

Nah, yang satu ini termasuk favorit saya dan keluarga. Bikinnya mudah dan rasanya oke :) Saya mengadopsi resep ini dari blog Mbak Nina, dengan berbagai modifikasi menyesuaikan bahan yang ada di dapur. Dan hasilnya, tetap laris manis dengan kombinasi cita rasa yang cihuy!

Pernah bikin hanya dengan campuran kismis, kemudian ditambah kacang mete, wijen, dan terakhir kemarin coba dengan topping choco chips dan keju. Wow, rasanya nagih!

Pada liburan Imlek kemarin, saya bikin dua macam modifikasi. Banana Cake dengan topping choco chips dan banana cake dengan campuran keju dan topping keju parut di atasnya. Dua macam cake pisang ini jadi bekal piknik bersama keluarga. Hujan-hujan menyeruput teh panas dengan banana cake :)

9.2.16

Oseng Jambal



Ini adalah postingan pertama saya setelah sekian lama tak muncul di Dapur Dua Istri. Tentu bukan maksud saya sengaja menyepi, sebab dapur adalah ruang yang tak pernah sunyi di rumah kami. Dapur adalah perpaduan antara ruang keluarga dan ruang bermain yang tanpa henti. Jadi, tolong dimaklumi jargon lebay ini: selama dunia masih berputar, selama itu pula dapur saya masih mengebul, dan selama itu juga saya akan mengisi Dapur Dua Istri, di manapun dapur saya berada. Ceilee...

Jadi begini, banyak hal yang terjadi pada 2015 kemarin, yang membuat ritme hari-hari saya (yang sudah terbolak-balik setiap harinya), menjadi lebih akrobatik. Hari-hari yang makin memicu semangat dan mimpi-mimpi yang terus diperbarui, namun kadang menyita waktu luang yang biasanya saya pakai ngeblog. Tapi, karena ada semangat itu pula, sebelum mewarnai dunia di luar rumah, saya memulai pagi ini dengan menulis untuk Dapur Dua Istri.

5.2.16

Kue Kering Tanpa Telur - CHOCO CASHEW COOKIES


Masih edisi kue kering tanpa telur. Sepertinya, kue-kue kering tanpa telur ini akan jadi favorit saya yang akan nongol setiap Lebaran (kalau lagi rajin baking, hahaha).

Ada beberapa alasan, pertama, irit bahan. Kedua, ternyata, bahan minimalis, rasanya enggak minimalis, alias enak! Yang pasti, walau di rumah saya enggak banyak tamu, ini 6 toples kue kering ludes disantap mereka yang bertandang ke rumah. 

Salah satunya ini, Eggless Choco Cashew Cookies. Kue kering coklat plus kacang mete. Rasanya kayak-kayak G**d Time lo.. dan renyah!

Monggo, dicoba!

4.2.16

Kue Kering Tanpa Telur - CAPPUCINO COOKIES

Ini hasil ndapur kue kering saat Lebaran tahun lalu. Mau nyicil upload belum jadi-jadi. Hehe. Saat Lebaran lalu, saya membuat beberapa jenis kue kering tanpa telur. Semua berawal saat bingung, mau bikin apa ya Lebaran nanti.Ubek-ubek lemari buku resep, menemukan "Kue Kering Tanpa Telur" karya Chef Rudy.

Penasaran, langsung coba!

Yang pertama saya eksekusi "Cappucino Cookies" (nama resep aslinya "Long Cappuccino"). Secara saya pecinta kopi, jadi cookies kopi ini menarik perhatian, hehe



Dan ternyata, cookies tanpa telur ini enggak ribet dan ekonomis :) Awalnya, saya mengira kuker tanpa telur bakalan agak keras atau gimana lah teksturnya. Ternyata renyah dan layak buat dicoba!

Oya, enggak ada trik khusus untuk kuker tanpa telur ini. Ikuti aja instruksinya. Dan, bebas berkreasi!

3.2.16

Baked Potato (Kentang Panggang)

Lagi-lagi ini hasil ndapur pagi buta saat akhir pekan. Pokoknya, ketika terbangun sebelum ayam berkokok dan bingung mau ngapain, pilihan saya adalah ngubek-ngubek kulkas, lemari bahan makanan, dan segera lari ke dapur!

Nah, karena melihat ada seplastik kentang, pagi itu saya mengolahnya menjadi kentang panggang alias baked potato. Cari yang bisa nyumpel perut dan lumayan mengenyangkan :D


Biar enggak flat, saya kasih bubuk cabe dan parutan keju di atasnya. Pluuusss, saus keju favorit. Yaay!


2.2.16

Apple Pie

Good apple pies are a considerable part of our domestic happiness
(Jane Austin)


Bagi yang lemah baking dan agak enggak sabaran kayak saya, membuat apple pie adalah sebuah impian. Ya, impian yang entah sejak berapa tahun lalu, pengen banget diwujudkan. Hahaha. Bukan lebay, but that's true. 

Membayangkan membuat adonannya, menunggu untuk didiamkan di dalam kulkas, menempatkan adonan di loyang pie, membuat anyamannya, membuat isian apelnya, dll, rasanya kok too good to be true untuk saya lakoni. Saya merasa enggak sesabar itu untuk melakukan semua tahapan itu. 

Tapi, kalo enggak dicoba, saya enggak pernah tahu, apa memang seribet itu? Eh ternyata enggak lho! Enggak seribet yang saya bayangkan. 

Kebetulan, hari itu akhir pekan. Entah sabtu atau minggu, lupa. Biasanya ketika bangun tidur, saya langsung mikir, eksperimen apa ya hari ini? Dan tiba-tiba saya teringat sudah menyisihkan beberapa buah apel dari piknik ke Malang beberapa waktu lalu. Aha, langsung kepikiran bikin "APPLE PIE"!

Kali ini, semangat banget. Karena hari masih sangat pagi buta, duo A masih tertidur lelap. Maka, waktu saya sangat leluasa untuk ubek-ubek di dapur. 

Dan, inilah apple pie pertama saya. Alhamdulillah puas dengan hasil dan rasanya :) 

1.2.16

Bolu Sukade

Fresh from the oven. Yes, ini hasil baking pagi buta tadi. Langsung di-upload hari ini, mumpung semangat. Padahal, masih banyak hasil ndapur yang antre nunggu giliran di-upload juga :D 

Beberapa minggu ini, selalu bangun sebelum azan subuh. Kadang pukul 03.00 WIB, kadang pukul 03.30 WIB. Pokoknya, sebelum jam 4 pagi deh. Suka mati gaya. 

Termasuk pagi ini. Saya terbangun pukul 03.30 WIB, dan sulit untuk kembali memejamkan mata. Kemudian, ngubek-ngubek lemari buku resep. Buka-buka buku catatan, dan akhirnya terhenti di resep "Bolu Sukade". 


Buku resep ini sudah lama, dan saya alpa mencatat dari mana sumber resepnya. Semoga jadi amalan buat yang sudah berbagi resep :) 

Bolu sukade ini semacam bolu jadul ya. Dulu ketika kecil, suka banget bolu ini. Kebetulan, bahan-bahannya minimalis. 

Dan, ketika ngecek ke lemari bahan makanan, alhamdulillah semuanya ada. Sehabis shalat subuh, langsung eksekusi. Dari sejak beberapa waktu lalu, saya memang pengen banget bikin bolu ini, tapi belum kesampean. Sementara, sukadenya sudah distok, hehe. Oya, sukade ini sejenis manisan yang direndam air gula. Kebanyakan sukade ceri ya.

Secepat kilat, karena sebelum jam macul (jam 06) harus sudah selesai! 

28.1.16

Cheese Harsh Brown


Setiap bangun pagi, yang terpikir adalah: apa ya cemilan pagi ini? Hehe... tentunya disantap setelah mengonsumsi air jeruk nipis. Saya lagi agak-agak bandel ni, pagi udah jarang makan buah, hahaha...

Saya selalu bangun sebelum jam 4 pagi. Setelah subuhan, biasanya akan langsung ngubek-ngubek kulkas. Menyiapkan sarapan pagi buat Duo A. Ya, bapaknya Aga kebetulan sering di Jogja karena sedang sekolah lagi. 

Nah, belakangan ini, saya juga laperan kalo bangun tidur. Biasanya, sebelum macul jam 6 pagi, semua santapan sudah selesai.

Suatu pagi, bingung mau bikin apa. Akhirnya, ubek-ubek kulkas, nemu stok kentang. Dan langsung keinget harsh brown yang pernah dibikinin sama ponakan beberapa waktu lalu.

Bahannya simpel lo, cocok buat yang kalo pagi keburu-buru beraktivitas. Menyiapkannya sekejap mata saja, dan mengenyangkan!

27.1.16

Peanut Butter Cookies (Kue Kacang)


Akibat latah. Yes, gara-gara melihat seorang teman memposting kukis kacang, jadi kepengen. Ngeliatnya pas tengah malam menjelang tidur. Keesokan paginya, saya yang memang terbiasa bangun sebelum pukul 04.00, langsung menuju dapur.

Saya emang suka banget kue kacang ini. Kalau Lebaran, dan bertamu ke rumah-rumah, yang pertama dicari pasti kue kacang dan kastengels. Menurut saya, kue kacang di setiap rumah menghadirkan rasa yang berbeda, dan selalu enak! Memorable. Bahkan, dulu jaman kecil ada jajanan kue kacang ini yang sebijinya 50 perak. Biasanya di warung-warung dijual dalam toples plastik bertutup merah.

Setelah sebelumnya browsing resep kukis kacang, dan memilih resep "Peanut Butter Cookies"-nya NCC. Kebetulan, semua bahan tersedia. Bahannya juga simpel banget, cuma tepung, gula halus, susu bubuk, margarine, minyak goreng, dan kacang tanah. 

Langsung dieksekusi! Karena keburu kepengen, ga pake dicetak2, langsung dipulung aja biar cepat! Hahaha... 

22.1.16

Asinan Salak


Siapa yang tak suka asinan? Seger, manis, asam, pedas, rasanya berpadu yang bikin nagih. Asinan buah sih yang terkenal dari Bogor, ya. Kalau ke Bogor, saya juga enggak pernah melewatkan untuk menenteng asinan buah sebagai oleh-oleh. Buat dimakan sendiri, ahaha.

Biasanya, buah yang saya pilih hanya salak, mangga, dan pepaya. Yes, tiga buah ini paling saya suka. 

Ketika masih berkelana di Ibu Kota, hampir setiap bulan ke Bogor. Istilahnya, short escape, bareng Aga dan papanya. Menginap semalam atau dua malam saja di akhir pekan. Nah, kalau pulang, pasti bawa asinan. So, sebulan sekali bisa makan ni asinan buah.

Sekarang, setelah lebih banyak menghabiskan hari di Jogja, kalo pengen Asinan Bogor, cuma bisa lihat fotonya! Tapi malah jadi lebih kreatif, kalo pengen ya bikin sendiri.

Kayak yang satu ini, Asinan Salak!

Pas banget sejak awal Desember lalu, stok di ibu penjual buah di pasar deket rumah, Pasar Jambon, salaknya melimpah. Bayangkan, satu kilogram yang paling murah Rp 3.000. Harganya variatif, ada juga yang Rp 4.000, Rp 5.000, Rp 6.000, dan Rp 8.000 satu kilonya. Tergantung besar atau kecil salak. Nah, yang paling mahal Salak Gading atau Salak Madu, 1 kilogramnya Rp 10.000 - Rp 11.000. Ini jenis salak yang memang paling super.

Kebayang dong, saya jadi kalap. Apalagi, papanya Aga doyan banget salak. Satu kilo bisa habis dalam sehari untuk kami berdua! hahaha

Dan, akhirnya, saya mengolah 1 kilogram salak seharga Rp 4.000 menjadi asinan! Empat ribu perak bisa dapet asinan salak satu toples... Yesss!!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...