28.1.16

Cheese Harsh Brown


Setiap bangun pagi, yang terpikir adalah: apa ya cemilan pagi ini? Hehe... tentunya disantap setelah mengonsumsi air jeruk nipis. Saya lagi agak-agak bandel ni, pagi udah jarang makan buah, hahaha...

Saya selalu bangun sebelum jam 4 pagi. Setelah subuhan, biasanya akan langsung ngubek-ngubek kulkas. Menyiapkan sarapan pagi buat Duo A. Ya, bapaknya Aga kebetulan sering di Jogja karena sedang sekolah lagi. 

Nah, belakangan ini, saya juga laperan kalo bangun tidur. Biasanya, sebelum macul jam 6 pagi, semua santapan sudah selesai.

Suatu pagi, bingung mau bikin apa. Akhirnya, ubek-ubek kulkas, nemu stok kentang. Dan langsung keinget harsh brown yang pernah dibikinin sama ponakan beberapa waktu lalu.

Bahannya simpel lo, cocok buat yang kalo pagi keburu-buru beraktivitas. Menyiapkannya sekejap mata saja, dan mengenyangkan!

27.1.16

Peanut Butter Cookies (Kue Kacang)


Akibat latah. Yes, gara-gara melihat seorang teman memposting kukis kacang, jadi kepengen. Ngeliatnya pas tengah malam menjelang tidur. Keesokan paginya, saya yang memang terbiasa bangun sebelum pukul 04.00, langsung menuju dapur.

Saya emang suka banget kue kacang ini. Kalau Lebaran, dan bertamu ke rumah-rumah, yang pertama dicari pasti kue kacang dan kastengels. Menurut saya, kue kacang di setiap rumah menghadirkan rasa yang berbeda, dan selalu enak! Memorable. Bahkan, dulu jaman kecil ada jajanan kue kacang ini yang sebijinya 50 perak. Biasanya di warung-warung dijual dalam toples plastik bertutup merah.

Setelah sebelumnya browsing resep kukis kacang, dan memilih resep "Peanut Butter Cookies"-nya NCC. Kebetulan, semua bahan tersedia. Bahannya juga simpel banget, cuma tepung, gula halus, susu bubuk, margarine, minyak goreng, dan kacang tanah. 

Langsung dieksekusi! Karena keburu kepengen, ga pake dicetak2, langsung dipulung aja biar cepat! Hahaha... 

22.1.16

Asinan Salak


Siapa yang tak suka asinan? Seger, manis, asam, pedas, rasanya berpadu yang bikin nagih. Asinan buah sih yang terkenal dari Bogor, ya. Kalau ke Bogor, saya juga enggak pernah melewatkan untuk menenteng asinan buah sebagai oleh-oleh. Buat dimakan sendiri, ahaha.

Biasanya, buah yang saya pilih hanya salak, mangga, dan pepaya. Yes, tiga buah ini paling saya suka. 

Ketika masih berkelana di Ibu Kota, hampir setiap bulan ke Bogor. Istilahnya, short escape, bareng Aga dan papanya. Menginap semalam atau dua malam saja di akhir pekan. Nah, kalau pulang, pasti bawa asinan. So, sebulan sekali bisa makan ni asinan buah.

Sekarang, setelah lebih banyak menghabiskan hari di Jogja, kalo pengen Asinan Bogor, cuma bisa lihat fotonya! Tapi malah jadi lebih kreatif, kalo pengen ya bikin sendiri.

Kayak yang satu ini, Asinan Salak!

Pas banget sejak awal Desember lalu, stok di ibu penjual buah di pasar deket rumah, Pasar Jambon, salaknya melimpah. Bayangkan, satu kilogram yang paling murah Rp 3.000. Harganya variatif, ada juga yang Rp 4.000, Rp 5.000, Rp 6.000, dan Rp 8.000 satu kilonya. Tergantung besar atau kecil salak. Nah, yang paling mahal Salak Gading atau Salak Madu, 1 kilogramnya Rp 10.000 - Rp 11.000. Ini jenis salak yang memang paling super.

Kebayang dong, saya jadi kalap. Apalagi, papanya Aga doyan banget salak. Satu kilo bisa habis dalam sehari untuk kami berdua! hahaha

Dan, akhirnya, saya mengolah 1 kilogram salak seharga Rp 4.000 menjadi asinan! Empat ribu perak bisa dapet asinan salak satu toples... Yesss!!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...