9.2.16

Oseng Jambal



Ini adalah postingan pertama saya setelah sekian lama tak muncul di Dapur Dua Istri. Tentu bukan maksud saya sengaja menyepi, sebab dapur adalah ruang yang tak pernah sunyi di rumah kami. Dapur adalah perpaduan antara ruang keluarga dan ruang bermain yang tanpa henti. Jadi, tolong dimaklumi jargon lebay ini: selama dunia masih berputar, selama itu pula dapur saya masih mengebul, dan selama itu juga saya akan mengisi Dapur Dua Istri, di manapun dapur saya berada. Ceilee...

Jadi begini, banyak hal yang terjadi pada 2015 kemarin, yang membuat ritme hari-hari saya (yang sudah terbolak-balik setiap harinya), menjadi lebih akrobatik. Hari-hari yang makin memicu semangat dan mimpi-mimpi yang terus diperbarui, namun kadang menyita waktu luang yang biasanya saya pakai ngeblog. Tapi, karena ada semangat itu pula, sebelum mewarnai dunia di luar rumah, saya memulai pagi ini dengan menulis untuk Dapur Dua Istri.

Posting perdana saya yang baru pulang dari bertapa adalah resep Oseng Jambal. Resep ini sebenarnya lebih cocok disebut Sambal Jambal karena unsur sambalnya lebih dominan. Komposisinya saja tersusun dari bahan-bahan sambal. Tapi karena si ikan asin jambal tidak ikut dipenyet, dan proses memasaknya dengan cara menumis, jadi sepertinya akan kembali pada statusnya sebagai oseng-oseng.

Berikut adalah bahan-bahannya, yang tiap-tiap takaran bisa dimodifikasi sesuai kehendak lidah:

- Cabai rawit
- Cabai merah
- Cabai hijau
- Bawang merah
- Bawang putih
- Tomat

Bahan-bahan yang saya sebut duluan ini, idealnya dikukus sebentar supaya empuk. Tapi dengan jurus hemat tenaga, saya cuma merendamnya dengan air panas.

- Terasi
- Gula dan garam
- Minyak goreng untuk menumis


Jangan lupa dengan bahan utamanya, ikan asin jambal. Ini adalah ikan asin yang empuk dan sering muncul sebagai sahabat Nasi Timbel. Ikan asin jambal juga pernah jadi hits karena bagian tulangnya bisa diotak-atik jadi menu Tulang Jambal yang prinsipnya oseng-oseng juga menurut saya.

Dulu, saat Pasar Senen masih eksis, ada salah satu los di lantai basement pasar yang menjual ikan asin super lengkap. Ibu saya sering mengajak saya ke Senen hanya untuk satu tujuan: membeli ikan asin jambal. Sayangnya, dulu saya kurang mengeksplor asal-usul ikan asin ini, tapi kalau tidak salah, ada jenis ikan asin jambal yang asin, dan ada yang asin banget. Biasanya, jambal yang asin banget saya rendam sebentar dengan air panas dengan harapan bisa berkurang rasa asinnya.


Seperti yang saya bahas tadi resep oseng jambal ini gampang dan simpel.

1. Sambil menunggu bahan-bahan sambal melunak (dengan cara dikukus atau direndam air panas ala pemalas seperti saya), ikan jambal digoreng sebentar, lalu angkat dan tiriskan.

2. Ulek seluruh bahan sambal. Kalau saya, lebih suka hasil ulekan yang tidak terlalu halus.

3. Panaskan sedikit minyak goreng. Tumis sambalnya, masukkan jambalnya, beri sedikir air. Tahan napas karena aroma sambal akan menguar ke segala penjuru rumah.

4. Siap santap dengan nasi hangat.


Wow, sudah mulai cerah nih pagi ini. Sebentar lagi bocah-bocah akan terbangun, dapur akan berisik dan harum, saya akan segera heboh jumpalitan. Permisi dulu ya!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...