22.1.16

Asinan Salak


Siapa yang tak suka asinan? Seger, manis, asam, pedas, rasanya berpadu yang bikin nagih. Asinan buah sih yang terkenal dari Bogor, ya. Kalau ke Bogor, saya juga enggak pernah melewatkan untuk menenteng asinan buah sebagai oleh-oleh. Buat dimakan sendiri, ahaha.

Biasanya, buah yang saya pilih hanya salak, mangga, dan pepaya. Yes, tiga buah ini paling saya suka. 

Ketika masih berkelana di Ibu Kota, hampir setiap bulan ke Bogor. Istilahnya, short escape, bareng Aga dan papanya. Menginap semalam atau dua malam saja di akhir pekan. Nah, kalau pulang, pasti bawa asinan. So, sebulan sekali bisa makan ni asinan buah.

Sekarang, setelah lebih banyak menghabiskan hari di Jogja, kalo pengen Asinan Bogor, cuma bisa lihat fotonya! Tapi malah jadi lebih kreatif, kalo pengen ya bikin sendiri.

Kayak yang satu ini, Asinan Salak!

Pas banget sejak awal Desember lalu, stok di ibu penjual buah di pasar deket rumah, Pasar Jambon, salaknya melimpah. Bayangkan, satu kilogram yang paling murah Rp 3.000. Harganya variatif, ada juga yang Rp 4.000, Rp 5.000, Rp 6.000, dan Rp 8.000 satu kilonya. Tergantung besar atau kecil salak. Nah, yang paling mahal Salak Gading atau Salak Madu, 1 kilogramnya Rp 10.000 - Rp 11.000. Ini jenis salak yang memang paling super.

Kebayang dong, saya jadi kalap. Apalagi, papanya Aga doyan banget salak. Satu kilo bisa habis dalam sehari untuk kami berdua! hahaha

Dan, akhirnya, saya mengolah 1 kilogram salak seharga Rp 4.000 menjadi asinan! Empat ribu perak bisa dapet asinan salak satu toples... Yesss!!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...